Beberapa penderita diabetes, terpaksa kehilangan kaki diamputasi  karena diabetes. Penyandang diabetes lain merasakan nyeri di kaki seumur hidupnya karena kerusakan saraf, atau mengalami kebutaan karena retinopati diabetes. Dampak diabetes memang mengerikan.

Diabetes termasuk penyakit kronis yang dapat berdampak buruk ke semua organ tubuh. Ketika sudah terjadi komplikasi diabetes, maka akan sangat sulit diobati dan tak jarang berakhir pada kematian atau kecacatan. Satu-satunya cara menghindari komplikasi diabetes adalah dengan melakukan penyesuaian dan perubahan gaya hidup, dan mengendalikan kadar gula darah ke tingkat normal.

Berikut adalah cara yang harus ditempuh agar terhindar dari komplikasi diabetes:

  1. Menurunkan kelebihan berat badan.

Penderita diabetes yang kelebihan berat badan atau berisiko memiliki diabetes, harus melakukan olahraga dan diet makanan sehat untuk menurunkan berat badan. Aktivitas fisik akan membuat pengikatan gula oleh insulin akan bekerja lebih efisien. Insulin dilepaskan oleh pankreas dan akan menjadi kunci sehingga gula dapat masuk ke sel-sel tubuh melalui reseptor di sekelilingnya. Semakin sering berolahraga, maka semakin aktif reseptor sehingga insulin bekerja secara efektif. Dengan demikian, olahraga dan melakukan aktivitas fisik selain menurunkan berat badan juga membantu mengendalikan kadar gula darah

Selain olahraga, berat badan ideal dpat dikelola dengan membatasi asupan karbohidrat yang merupakan  makanan sumber gula. Selain menghindari kegemukan, dapat membantu menjaga gula darah di bawah kontrol. Pilihlah karbohidrat yang tinggi serat, seperti sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

  1. Periksa kadar gula darah setidaknya dua kali sehari.

Hasil pengecekan gula darah secara teratur dapat menjadi dasar keputusan dalam pemilihan obat anti diabetes, diet dan aktivitas fisik sehari-hari. Saat ini pengecekan kadar gula darah dapat dilakukan sendiri di rumah oleh penderita diabetes, biasanya sebelum makan, setelah makan dan menjelang tidur.

Penderita diabetes biasanya akan diberitahu oleh dokter batas normal kadar gula darah. Dengan rutin memeriksa kadar gula darah sewaktu, minimal sehari dua kali maka penderita diabetes dapat mengetahui segera jika kadar gula naik atau bahkan turun yang tidak kalah berbahaya. Dengan mencatat hasilnya secara rutin maka dapat diketahui efektivitas atau kemajuan pengobatan dan memahami bagaimana makanan dan aktivitas dapat mempengaruhi tingkat gula darah.

  1. Tes darah A1c

Tes A1C atau disebut juga tes hemoglobin A1C atau HbA1C, adalah tes darah untuk mengetahui kadar glukosa rata-rata dalam 3 bulan terakhir. Hasil tes A1C dinyatakan dengan persen. Kebanyakan penderita diabetes tipe 2 harus mencapai kadar A1c 7% atau lebih rendah. Dokter akan menggunakan hasil tes A1C untuk memantau apakah diabetes kita terkendali atau tidak. Jika hasilnya terlalu tinggi (>7%) maka rencana pengobatan ataupun perubahan gaya  hidup harus direncanakan ulang. Semakin rendah nilai A1C maka semakin rendah penderita diabetes akan mengalami komplikasi.

  1. Kendalikan tekanan darah, kolesterol, dan trigliserida.

Banyak penderita diabetes yang juga memiliki tekanan darah tinggi. Mengendalikan tekanan darah di batas normal dapat mencegah kerusakan pembuluh darah, menurunkan risiko komplikasi penyakit jantung dan organ lainnya. Penderita diabetes diharapkan memiliki tekanan darah di bawah 140/80 mmHg.Tekanan darah yang tinggi akan memaksa jantung bekerja lebih keras memompa darah. Akibatnya terjadi kerusakan pembuluh darah, jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, masalah di mata dan ginjal

Selain tekanan darah, kadar kolesterol dan trigliserida jugaharus dikendalikan. Diharapkan total kolesterol di bawah 200 dan LDL atau kolesterol “jahat” tidak lebih dari 100 atau di bawah 70 jika penderita diabetes sudah memiliki komplikasi penyakit jantung. Sedangkan kadar HDL atau kolesterol “baik” hendaknya di atas 40 untuk pria dan 50 untuk perempuan dan kadar trigliserida di bawah 150. Konsultasikan dengan dokter bagaimana cara menjaga kadar kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah saat melakukan cek up. Jika perlu konsumsi obat yang direkomenddikan dokter.

  1. Tidur teratur.

Pada kondisi kurang tidur, orang cenderung makan lebih banyak, dan dapat menambah berat badan, yang pada akhirnya menimbulkan masalah kesehatan. Penderita diabetes yang memiliki waktu istirahat cukup, bisanya memiliki kebiasaan makan sehat dan dapat mengendalikan kadar gula darah.

  1. Mengelola stres.

Stres dan diabetes saling berkaitan. Stres berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah. Untuk mengelola stress, dapat dilakukan dengan duduk diam selama 15 menit, meditasi, atau berlatih yoga.

  1. Kunjungi dokter secara rutin.

Dapatkan pemeriksaan kesehatan lengkap setidaknya setahun sekali, dan tidak cukup hanya konsultasi melalui telepon. Pada pemeriksaan fisik tahunan, pastikan penderita diebets melakukan tes mata, cek tekanan darah, tes pada kaki, dan pemeriksaan komplikasi lain seperti kerusakan ginjal, kerusakan saraf, dan penyakit jantung.