+62 812-1854-1254 info@healthytimes.co.id

Masyarakat umumnya panik ketika terjadi wabah penyakit. Tahun ini, dunia dikejutkan dengan laporan beberapa negara yang warganya terjangkit virus zika. Zika sebenarnya tidak harus ditakuti berlebihan, kecuali pada ibu hamil. Tidak semua infeksi zika menunjukkan gejala, dan jika ada gejala seperti demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva, umumnya akan sembuh dalam waktu 7 hari.

Inilah 5 hal penting yang harus Anda tahu tentang virus Zika, sehingga Anda dapat mengantisipasi dengan tepat jika ada kasus ditemukan di area Anda:

1.Zika terutama menyebar melalui nyamuk yang terinfeksi. Virus zika dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Banyak negara sudah melaporkan kasus infeksi virus zika. Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan. Juga, Zika dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari orang yang terjangkit Zika kepada pasangannya.

2.Cara terbaik untuk mencegah Zika adalah mencegah gigitan nyamuk.

Untuk mencegah gigitan nyamuk, dapat digunakan losion anti nyamuk yang sudah teruji aman dan efektif mencegah gigutan serangga. Disarankan mengenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang saat tidur, dan usahakan selalu berada di ruangan ber-AC atau ruangan dengan pelindung nyamuk di jendela dan pintu. Jangan lupa buang penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

3. Zika dikaitkan dengan cacat janin.

Infeksi Zika selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir yang serius yang disebut microsefalus, yang merupakan tanda perkembangan otak yang tidak sempurna. Dokter juga menemukan masalah lain pada kehamilan dan masalah pada janin dan bayi yang terinfeksi dengan virus Zika sebelum kelahiran. Maka untuk ibu hamil dan memiliki pasangan yang tinggal di atau telah melakukan perjalanan ke daerah dengan Zika, sebaiknya tidak berhubungan seks, atau menggunakan kondom selama kehamilan.

4.Wanita hamil sebaiknya tidak melakukan perjalanan ke daerah yang ditemukan Zika.

Jika Anda harus melakukan perjalanan ke salah satu wilayah yang sudah diketahui memiliki virus zika ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu dan harus menjalani dengan ketat langkah-langkah untuk mencegah gigitan nyamuk selama perjalanan.

5.Wisatawan kembali ke negaranya dan terinfeksi Zika dapat menyebarkan virus melalui gigitan nyamuk.

Selama minggu pertama infeksi, virus Zika dapat ditemukan dalam darah seseorang dan ia dapat menularkan virusnnya melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain. Wisatawan yang kembali dan terinfeksi zika sebaiknya melakukan langkah-langkah pencegahan penularan saat berhubungan seksual, dengan menggunakan kondom atau tidak berhubungan seksual sementara.