+62 812-1854-1254 info@healthytimes.co.id

Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengganti protein hewani dengan protein yang berasal dari tumbuhan dapat meningkatkan kesehatan secara signififkan. Penelitian dilakukan oleh beberapa universitas ternama di Amerika Serikat dan Italia dan diprakarsai Departemen Kesehatan Amerika Serikat.

Dengan mengganti kebiasaan makan daging merah dengan kacang-kacangan dan sereal terbukti dapat menurunkan angka kematian. Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan pengamatan pada 130.000 pekerja kesehatan di Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Pengamatan meliputi diet mereka sehari-hari dan penyakit yang mereka derita.

Tenyata, rutin mengunsumi protein hewani, meningkatkan risiko kematian hingga 8%. Kematian umumnya disebabkan oleh penyakit kardiovaskular terutama serangan jantung. Tetapi sebaliknya, mereka yang banyak mengonsumsi sayur-sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian utuh memiliki risiko kematian 10% lebih rendah.

Tetapi risiko kematian ini tidak hanya ditemukan pada mereka yang mengonsumsi protein hewani saja, tetapi di sisi lain  juga memiliki kebiasaan tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, kelebihan berat badan dan kurang berolahraga. Maka disarankan bagi mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat tersebut untuk memulai perubahan dengan mengurangi konsumsi daging merah tidak lebih 70 gram sehari.

Meskipun sama-sama bernama protein, tetapi tidak semua protein sama. Lantas apa yang membedakan protein hewani dan protein nabati?

1. Profil asam amino

Asam amino adalah pembentuk protein. Perbedaan utama antara protein hewani dan protein nabati pada profil asam amino  di mana protein hewani, tentu saja, jauh lebih mirip dengan protein tubuh manusia, sehingga lebih mudah diserap dibandingkan protein nabati.  Tetapi protein hewani juga memiliki konsentrasi sulfur yang lebih tinggi dan dimetabolisme menghasilan asam. Akibatnya, untuk menetralkan kembali pH fisiologis tubuh menggunakan kalsium untuk mengurangi efek asam dan hal ini tidak baik untuk tubuh, karena cadangan kalsium di tulang ikut diambil, meningkatkan risiko osteoporosis.

2. Kandungan lemak dan garam pada protein

Beberapa sumber protein dianggap lebih sehat daripada yang lain karena zat lain yang juga dibawa bersama protein, yaitu: lemak, serat, dan garam. Paket protein inilah yang kemungkinan membuat perbedaan efek pada kesehatan. Misalnya, 6 ons steak daging dapat menjadi sumber protein sekitar 40 gram. Tetapi juga memberikan tambahan 12 gram lemak jenuh.

3.Protein dan penyakit kronis

Protein dikenal bertanggungjawab dalam alergi makanan. Tetapi penelitian membuktikan bahwa makanan tinggi protein seperti daging merah berperan dalam berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes, sehingga disarankan mengganti sumber protein yang lebih sehat seperti ikan, ayam, kacang-kacangan, yang dapat dapat menurunkan risiko beberapa penyakit dan kematian dini.

4. Penyebab kanker

Jika dikaitkan dengan kanker, maka kualitas protein lebih berperan daripada jumlahnya. Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi daging dan daging olahan berkaitan dengan kanker usus.

5. Protein hewani meningkatkan berat badan

Dalam sebuah penelitian terkait diet, ditemukan mereka yang banyak mengonsumi daging merah cendering memiliki kelebihan berat badan dibandingkan orang yang lebih suka makan kacang-kacangan. Makan satu porsi berisi biji-bijian, buncis, kacang lentil, atau kacang polong selain mengenyangkan, juga baik untuk program penurunan berat badan.