Makanan asli Indonesia ini sudah menjadi bagian sehari-hari. Tempe, makanan murah dan lezat ini, dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Belakangan trend tempe organik semakin menarik perhatian masyarakat, terutama mereka yang seudah menerapkan gaya hidup organik.

Tempe organik menawarkan semua manfaat kesehatan dari kedelai dan menuntupi kekurangan produk kedelai olahan. Tempe organik dibuat dari kedelai non-GMO (bukan tanaman hasil rekayasa genetika) dan diproses dengan pertanian sistem organik yang tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali.

Kedelai non-organik, bisanya sudah melalui tahap pengolahan yang melibatkan heksana, bahan kimia pelarut yang kadang-kadang digunakan untuk mengekstrak minyak dari kedelai. Dengan membeli tempe organik, kita dapat menghindari heksana dan juga bahan-bahan lain yang sudah dimodifikasi secara genetik. Saat ini 94% kedelai impor adalah kedelai yang sudah mengalami  modofikasi genetik.

Tempe saat ini mulai dikenal di luar Indonesia. Penelitian mengenai manfaat tempe mulai dilakukan. Salah satunya, penelitian yang dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia. Penelitian dilakukan untuk menilai kandungan kalsium dalam tempe. Ternyata, kandungan kalsium dalam tempe hampir setara dengan kalsium pada susu sapi. Hal ini tentu bermanfaat untuk anak-anak di masa tumbuh kembang dan perempuan yang membutuhkan asupan kalsium tinggi, untuk mencegah osteoporosis.

Meskipun tidak seterkenal tahu, tempe organik diyakini sebagai salah satu bahan makanan alami yang sehat, murah dan sangat bergizi. Prosuden tempe organik di Indonesia, bahkan tidak hanya menggunakan kedelai untuk bahan membuat tempe tetapi juga menggunakan kacang koro. Kacang koro yang digunakan adalah kacang koro pedang (Canavalia ensiformys). Kandungan protein kacang koro ini mirip dengan kedelai.

Baik tempe organik kedelai maupun kacang koro, sama-sama lezat dan bergizi. Inilah beberapa manfaat tempe organik:

1. Kaya protein dan zat gizi

Tempe organik dengan porsi 3 ons mengandung sekitar 16 gram protein, tidak berbeda jauh dengan satu porsi steak daging panggang yang mengandung 26 gram protein. Tempe juga memenuhi 8% dari jumlah harian yang disarankan untuk kalsium dan zat besi, sehingga sangat bagus untuk memenuhi nutrisi dalam diet sehari-hari.

2. Meningkatkan sistem imun dan anti tumor

Banyak ahli percaya bahwa biji kedelai utuh sangat bermanfaat bagi tubuh, salah satunya mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh dan mencegah peradangan karena zat genistein isoflavon dalam kedelai memiliki anti efek -inflamasi. Selain itu, genistein dikenal sebagai anti-tumor dan bisa sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan.

3.Kaya mineral

Proses fermentasi kedelai membuat tempe sangat istimewa, karena membantu nutrisi seperti kalsium, zink dan zat besi menjadi lebih mudah dicerna tubuh. Menurut penelitian kandungan zat besi mencapai 2,5 kali lebih banyak pada bahan makanan yang difermentasi.

4.Kaya flavonoid

Mengolah tempe yang terbaik adalah dengan merebus atau mengukusnya. Hal ini karena menurut penelitian, tempe yang digoreng kering mengurangi setengah kandungan isoflavonid pada tempe. Saat ini bahkan ada anjuran makan tempe mentah, di  mana tempe masih memiliki kandungan gizi lengkap. Flavonoid adalah antioksidan yang dapat menangkal kerusakan sel akibat radikal bebas.