Fakta menunjukkan bahwa semua orang dapat terinfeksi virus HPV (Human Papilloma Virus) yang menjadi penyebab utama kanker serviks pada perempuan. Infeksi HPV ini terutama ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat. Infeksi HPV sangat mudah menular, sehingga semua perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual memiliki resiko terkena penyakit kanker leher rahim.

Kanker serviks yang memasuki stadium lanjut sulit disembuhkan dan menjadi penyebab kematian pada perempuan. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting mencegah kematian akibat kanker serviks.

Metode skrining atau deteksi dini efektif untuk menemukan tanda-tanda pra kanker atau ciri-ciri kanker serviks, sehingga akan membantu penanganan kanker serviks secara tepat sejak dini. Tentunya metode skrining ini hanya berfungsi untuk mengetahui adanya tanda-tanda kanker serviks dan bukan sebagai cara mencegah kanker serviks.

Ada beberapa metode untuk mendeteksi keberadaan kanker serviks ini.

Papsmear

Papsmear adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel sel-sel di permukaan leher rahim untuk mendeteksi adanya pertumbuhan sek kanker pada leher rahim. Tes ini dilakukan pada perempuan yang telah melakukan hubungan seks dan dilakukan dengan memenuhi syarat :

  • Telah selesai haid paling tidak 3 hari
  • Tidak melakukan hubungan seksual paling tidak 3 hari
  • Tidak menggunakan obat obatan yang berhubungan dengan intravagina.

Kolposkopi

Tes ini menggunakan alat bernama kolposkop. Dokter merekomendasikan kolposkopi jika hasil  tes Papsmar menunjukkan hasil abnormal. Jika dokter menemukan area sel-sel yang tidak biasa selama kolposkopi, maka langkah selanjutnya adalah mengambil jaringan untuk dilakukan pengujian laboratorium (biopsi).

Tahap pemeriksaannya dilakukan dengan cara mengambil cairan yang ada di leher rahim dengan menggunakan spatula yang kemudian sampel cairan ini diperiksa dengan menggunakan mikroskop. Untuk mengurangi ketegangan, dianjurkan perempuan berkonsultasi dengan dokter tentang kolposkopi ini sehingga ketakutan dan rasa tidak nyaman dapat dikurangi.

Tes IVA

IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah tes yang sesuai untuk negara berkembang seperti Indonesia karena lebih murah dan dapat dilakukan di puskesmas. Tes IVA adalah inspeksi visual kondisi leher rahim dengan cara menyemprotkan asam asetat pada konsentrasi 3% sampai 5% di daerah mulut rahim. Kemudian dilihat apakah terdapat suatu perubahan warna menjadi warna putih pada daerah yang disemprotkan tadi.

Pencegahan Kanker Serviks

  1. Vaksinasi

Vaksinasi HPV merupakan cara yang efektif dalam menghindarkan diri dari penyakit ini. Vaksin berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan virus HPV ketika mulai masuk ke tubuh. Hal ini dapat mencegah terjadinya infeksi pada tubuh akibat terkena virus HPV. Vaksin HPV diberikan pada remaja mulai usia 9 tahun.

  1. Menjaga Perilaku Seks

Karena virus HPV ditularkan salah satunya melalui hubungan seksual yang tidak sehat, maka cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebiasaan perilaku seksual, misalnya tidak melakukan seks usia dini atau berganti-ganti pasangan.

Dengan metode pencegahan dan skrining diharapkan penemuan kanker serviks di tahap dini dapat meningkat sehingga kematian akibat kanker serviks dapat diturunkan.