Belum lama ini penelitian di Australia menemukan bahwa anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih sering dirawat di rumah sakit dengan biaya lebih mahal dibandingkan anak-anak yang tidak mengalami kelebihan berat badan. Umumnya anak-anak obese ini dirawat karena sesak napas, infeksi atau penyakit lain.

Dewasa ini ada fenomena anak-anak di bawah usia 5 tahun yang memiliki berat badan berlebihan dan cenderung obesitas. Umumnya, kegemukan ini akan berlanjut saat mereka menginjak usia remaja dan dewasa, di mana pengelolaannya lebih sulit, dan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, atau osteoartritis.

Pencegahan, yaitu bagaimana membuat anak-anak memiliki berat badan normal adalah tugas orangtua, agar anak terhindar dari berbagai penyakit kronis saat dewasa. Sebenarnya tidak hanya di keluarga, tetapi sekolah, masyarakat, pemerintah, dan industri makanan seharusnya ikut mengupayakan pencegahan obesitas anak.

Inilah 3 hal yang bisa dilakukan :

  1. Ajak anak aktif bergerak

Anak-anak yang aktif cenderung memiliki berat badan ideal karena saat beraktivitas tersebut terjadi pembakaran kalori sehingga tidak terjadi penumpukan kalori dalam tubuh. Aktivitas fisik yang dilakukan di luar ruangan, misalnya di taman bermain, juga membuat anak-anak bahagia, menemukan teman baru, atau sarana melepaskan stres.

Aktivitas anak yang dianjurkan adalah minimal 60 menit dalam sehari berupa latihan sedang atau intensif. Misalnya bermain tali, sepakbola, berenang, besepeda, atau berjalan cepat.

  1. Hindari gaya hidup diam

Jika orangtua belum dapat menemani anak beraktivitas fisik di luar, yang lebih penting adalah mengurangi kebiasaan anak diam menonton televisi dan main game di rumah, atau melakukan sendentary life. American Academy of Pediatrics bahkan tidak merekomendasiklan anak-anak usia 2 tahun atau lebih muda untuk melihat TV. Batasi anak menonton televisi dan main internet dan sebagai gantinya pilih aktivitas yang menyenangkan, misalnya membuat mainan sendiri atau membantu pekerjaan ringan di rumah. Lakukan dengan cara seolah-olah anak tengah bermain sehingga menyenangkan.

  1. Terapkan pola makan sehat

Kegemukan terjadi karena antara kalori yang masuk dan energy yang dibuang tidak seimbang. Jika anak banyak makan, maka harus diimbangi dengan aktivitas tinggi. Pola makan sehat dan gizi seimbang bisa dilakukan dengan lebih banyak menyediakan sayur dan buah-buahan, serta kacang-kacangan atau sereal. Penuhi kebutuhan protein untuk tumbuh kembang dari ikan atau daging unggas tanpa kulit. Anak-anak juga dilatih minum air putih dan bukan minuman manis atau mengandung soda.

Jangan biasakan anak jajan di luar, caranya orangtua harus kreatif membuat kudapan sehat untuk di Kecil. Sebisa mungkin jangan gunakan bahan-bahan tinggi kalori seperti gula, tepung atau lemak (keju atau susu berlebihan).